antara anakku, aku dan keyboard

malam jumat yang lalu.

istriku lagi asyik dengan postingan blogsnya.

aku sedang membaca tabloid yang terus tertunda penuntasannya.

anakku, Naya, tengah asyik minum dari gelas plastik dengan ujung yang ‘nongol’. kuperhatikan diam-diam. dengan tenang ia mendekat ke ibunya, dan…..

cuuurrrr….. (dan air bening pun menetes ke atas keyboard!!!). Naya menuangkan minumnya. dalam terkejut, spontan aku teriak “Naya…..!!!”. sejenak Naya ikut kaget, dan langsung lari ke luar kamar kami. ibu dengan sigap membalik keyboard, dan mencari tisu untuk melapnya.

dan aku tergagap!!! sepersekian detik baru tersadar, dan langsung mencari Naya. duh anakku, kulihat engkau tengah duduk di salah satu pojok ruang. menyendiri. kurengkuh ia, kupeluk dengan cinta dan sayang. dan kuajak kembali ke kamar. di kamar, kuajak ia untuk memperhatikan sang ibu yang masih membersihkan keyboard dari tumpahan air sambil kujelaskan “tadi abah tidak marah, Naya. abah hanya kaget, lihat Naya menuang air ke keyboard. keyboard-nya nanti bisa rusak sayang. kalo rusak, kan Naya jadi ndak bisa makai juga”. entah anakkku saat itu paham atau tidak, dalam hati kuniatkan memperbaiki caraku menegurnya tadi dengan menjelaskan alasan tindakanku.

dalam hati, masih tersisa perih itu…. Ya Allah, semoga ketidaksengajaanku tadi, tidak meninggalkan guratan keruh di jiwa anakku. Ya Allah, jangan sampai hal ini, mematikan potensi natural yang terpendam dalam diri anakku. ia masih, sungguh, seorang anak kecil, bukan orang dewasa dalam format seorang anak.

dalam hati, masih ada rasa malu. lebih malu lagi, saat ingat jika ada hadits Rasulullah SAW yang menegur sahabat Ummu Al-Fadhl yang merenggut anaknya secara kasar karena pipis di dada Nabi. Nabi menegur ia, “Pakaian yang kotor ini dapat dibersihkan dengan air. Tetapi apa yang dapat menghilangkan kekeruhan jiwa anak ini akibat renggutanmu yang kasar?”

duhhhhh!!! maafkan aku anakku. untuk menjadi ayah yang baik pun, abah masih harus terus belajar.

terima kasih untuk pelajaran ini.


4 Responses

  1. Banyak cara mendidik anak, tapi kadang kita lepas kontrol. salam kenal.

  2. Betul, pak Ubadmarko. salam kenal juga, terima kasih sudah mampir di sini.

  3. anak….sosok yg sedang dalam rangkaian khayal dan imaji di dalam fikiranku…

  4. wah, mas Izan puitis banget ya. intinya: berjuang…dan berjuang. karena, hingga detak jantung dan denyut nadi, adalah perjuangan. :)

Leave a Reply