Istilah arsip dalam kosakata bahasa Indonesia merupakan serapan dari kata archief , dari bahasa Belanda. Dalam pengertian Belanda, archief terbagi dua: dynamisch archief (arsip dinamis) dan statisch archief (arsip statis) atau kadang-kadang disingkat archief (arsip) saja. Di Indonesia, umumnya digunakan istilah arsip (saja) untuk menyebut suatu surat/dokumen sebagai arsip dinamis atau statis, yang apabila ditelusuri lebih jauh dapat menimbulkan kerancuan. Misalnya penerapan istilah Jadwal Retensi Arsip; akan memunculkan pertanyaan, apakah retensi berlaku untuk arsip dinamis sekaligus arsip statis? Atau hanya berlaku untuk arsip dinamis?
Globalisasi yang mendera dunia, juga mengimbas ke Indonesia. Dalam bidang bahasa, bahasa Inggris semakin merasuk ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Tak terkecuali dalam bidang kearsipan. Banyak penyesuaian pengertian arsip dengan konteks bahasa Inggris, yang sering disebut konteks Anglo-Saxon. Dalam konteks Anglo-Saxon, dibedakan antara pengertian record(s) dengan konsep archives. Berikut tabel perbedaan istilah-istilah mendasar ini:
Belanda | Anglo-Saxon | Indonesia
Dynamisch archief | Record | Arsip dinamis
Statisch archief | Archives | Arsip statis
Pengertian arsip statis ini sering disingkat arsip saja, sesuai dengan penggunaan internasional. Sebagai contoh International Council on Archives (ICA), yang bergerak dalam bidang arsip statis atau arsip saja.
Pembahasan mengenai pengertian-pengertian kearsipan dalam tulisan berikutnya, konteks istilah yang digunakan adalah menggunakan konteks Anglo-Saxon. Ini ditentukan agar didapat kesepahaman awal untuk pembahasan lebih lanjut.
Silahkan ditunggu pembahasan istilah berikutnya.
Bagaimana pendapat Anda mengenai pengantar di atas?
Referensi: Kamus Istilah Kearsipan, Sulistyo – Basuki
Filed under: ke-ARSIP-an | Tagged: Anglo-Saxon, Belanda, istilah dasar, konteks
Keren!!!!!!! bagus tuch. sebagai anggota forsa memang harusnya masih mengerti apa itu arsip.
dalam keseharian yang aku alami, jarang orang mengatakan arsip dinamis disebut sebagai arsip. orang2 akan selalu mencari istilah DOKUMEN.
benar-benar seorang archivist sejati..salut2..plok4..
he2.. mas ades cocoknya gantiin pak mahmuda aja , biar kacamatanya gak mlorot2..he3
Iya pa…
arsip bukan sekedar wacana, tapi lebih penting lagi sebagai bukti satu kegiatan terjadi..
orang taunya arsip ya arsip.
eh arsip tu paan cih